Romantic Attempt Failed

He’d be home late (again) last night. For the past 5 days we’ve only had like 1 hour of pillow talk before bed. It was a bloody busy week for Him.

I miss Him so much, so that night I decided to stay awake, wait Him home ’til midnight, I dressed myself sexy, spray a new fragrance on me. I was so confident it would be a romantic evening, ’til things go awkward.

He   : emm bau apa nih?
She : ini wangi baru
He   : kok kayak baygon?!
Insect-Repellent1-300x235.png

gambar dari sini

It’s the new fragrance!He mistook it for some kind of bug repellent. I guess last night was just another romantic attempt failed. 😀 😀 😀

Advertisements

Berkunjung ke Scientia Park

Beberapa pekan lalu adalah kesekian kalinya kami berkunjung ke Scientia Park. Scientia Park adalah taman edukatif favorit yang paling dekat dari rumah kami, lokasinya di Gading Serpong Tangerang. Konsepnya taman bermain outdoor, tempat piknik, sekaligus farmfield. Harga tiket masuk ketika weekend Rp. 50.000, beberapa permainan perlu tiket tambahan.

Permainan outdoor yang bisa ditemui antara lain taman skateboard, arena panjat tebing, monkey bar, playground untuk anak-anak, ayunan raksasa, water park, arena trampoline (tiket terpisah), dan arena ATV (tiket terpisah), disewakan juga sepatu roda, balance bike, scooter, dan skate board.

Area Farmfield yang dapat dikunjungi antara lain kolam ikan, rumah kelinci, taman kupu-kupu dan burung hantu, kerbau di lapangan, dan arena kuda tunggang (tiket terpisah). Kelinci dan ikan koi boleh diberi makan pada jam-jam tertentu, pakannya disediakan dan dapat dibeli seharga Rp. 10.000.

This slideshow requires JavaScript.

Area favorit Riffa sih farmfield terutama kolam ikan koi, kelihatan kan dari bahasa tubuhnya di foto waktu bercengkrama dan kasik makan ikan :D. Area favorit Mama adalah lapangan piknik, di area ini disediakan bantal-bantal raksasa dan meja-meja piknik diatas rumput hijau yang terawat. Kita bisa menikmati pemandangan sawah mini dengan padi hijau menguning cantik dari saung-saung atau dari atas rumput sambil menunggu anak-anak bermain sepak bola, gelembung sabun, atau sekedar berlari kesana kemari. Siang hari di lapangan piknik ditempatkan mesin bubble yang menghasilkan gelembung-gelembung sabun meriah ditiup angin. Malam hari di lapangan piknik dinyalakan lampu-lampu kerlap-kerlip cantik di sepanjang taman.

Seru banget deh pokoknya main kesini, setiap kesini Riffa selalu susah diajak pulang. Mudah-mudahan besok-besok banyaaaak dibangun tempat seru kayak gini dong deket deket rumah kita, lebih bagus lagi kalo gratis 😀

Liburan Sekolah di Bogor dan Sentul

Kami sekeluarga menghabiskan sebagian besar liburan lebaran dan liburan kenaikan kelas yang lalu dirumah, sempat juga mengunjungi kampung Papa namun karena begitu panjangnya masa liburan, jadi yang paling terasa ya libur dirumah saja. Naaaah karena dirasa kurang serunya liburan yang puanjang ini, diakhir masa liburan Mama dan Papa memberikan bonus berlibur ke Kuntum Farmfield dan mencoba pengalaman baru menginap di hotel.

Berkunjung ke Kuntum Farmfield adalah pengalaman yang berkesan, karena tempatnya menyenangkan, luas, bersih, dan rindang,  cocok untuk belajar bercocok tanam dan beternak. Anak-anak bisa melihat kebun sayuran, memberi makan kambing, sapi, kelinci, kuda, ayam, angsa, ikan, dan semua hewan ternak, lengkap!. Biaya masuknya tergolong murah, hanya dengan Rp. 40.000 saja (weekend), kami sudah bisa menghabiskan waktu sampai puas di farmfield, pakan dan susu ternak dihargai Rp. 5000- Rp. 10.000 saja.

Lokasi Kuntum farmfield di Jl. Raya Tajur, tidak terlalu jauh dari Jakarta dan sangat mudah dijangkau. Kami berangkat dari rumah kurang lebih pukul 6.00 pagi dan sampai lokasi kurang lebih pukul 8.00 ketika Kuntum baru saja buka. Setelah menghabiskan setengah hari di farmfield, kami menuju hotel tempat kami akan menginap di sekitaran sentul, namun sebelumnya kami mampir ke pasar ah poong untuk makan siang.

This slideshow requires JavaScript.

Pasar ah poong sebenernya tidak hanya menawarkan kuliner yang lezat yang bisa dinikmati ditepi sungai cikeas saja untuk pengunjungnya, tetapi juga menawarkan pengalaman mendayung perahu, menaiki bola air, dan beberapa permainan anak, namun karena kami tiba di sana ketika terik matahari, jadi rasanya hanya bersemangat untuk makan siang di meja saja :D.

Destinasi terakhir kami adalah hotel tempat kami menginap di sekitaran sentul. Hotel tempat kami menginap tidak terlalu besar, namun memiliki kolam renang di atap, romantis kan?! hihihi. Lokasi hotel yang di pinggir tol menuju Jakarta menjadikan perjalanan pulang kami begitu lancar, Alhamdulillah.

Begitulah akhir indah dari libur panjang sekolah. Beberapa hari awal disekolah diwarnai cerita-cerita seru liburan anak-anak. Ibunda guru meminta anak-anak menceritakan liburannya dalam gambar, dan ternyata begini gambar Mas Riffa

WhatsApp Image 2017-09-04 at 11.29.43

Hotel, Mama, Papa, Mas Riffa, dan kolam renang di atap 😀

 

 

Pergi ke Angkasa

Kata Riffa pagi ini di teras rumah waktu gua ijin pergi ke kantor

Riffa : Aku pingin ke angkasa deh, waktu MASIH kecil kamu pingin ke angkasa nggak?

Mama : Iya pingin

Riffa : Waktu MASIH besar kamu pingin ke angkasa jugak?

Mama : Iya SUDAH besar pingin juga ke angkasa, kamu pakai apa nanti ke angkasa?

Riffa : Pakai roket, roket kardus!

Mama : OOooo iyaaaa!

Ada yang belum bisa move on dari asyiknya main kardus besar ho ho..

 

Memelihara Ikan Cupang

Dirumah kami tinggal 2 orang dewasa pemalas dan 1 balita yang selalu bersemangat  tapi belum bisa disiplin dan telaten memelihara hewan yang memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, hewan yang bisa dipelihara di rumah ini haruslah hewan yang perawatannya nggak ribet-ribet amat. Salah satu hewan yang pernah kita pelihara adalah ikan cupang hias. Ikan cupang cocok dipelihara anak-anak karena relatif mudah perawatannya.

Ikan cupang adalah ikan yang kuat dan tahan banting, dia bisa hidup tanpa bantuan oksigen tambahan atau tanpa sirkulasi air sekalipun, mengganti air tempat hidupnya sehari sekali saja sudah cukup. Makanannya relatif mudah, cukup diberikan pelet ikan. Tempat hidupnya tidak perlu ruang yang besar, bahkan dia bisa hidup sejahtera di (hanya) toples kue lebaran, tapi ingat tempat hidupnya tidak bisa dicampur cupang lain, karena mereka ikan yang galak dan mudah marah.

Kelebihan lain, ikan cupang hias juga memiliki rupa yang cantik, ekornya bisa merekah seperti burung merak kalau sedang marah, tapi jangan sering-sering membuatnya marah ya?!. Selain perawatannya yang mudah dan rupanya yang cantik, harga ikan ini relatif ramah di kantong mama dan papa, dengan hanya Rp. 5.000 kita sudah bisa punya seekor ikan cupang hias dengan ekor merekah melenggak-lenggok anggun.

Belajar Metamorfosis [Ulat Hongkong]

Berawal dari ekspresi excited nya mas Riffa setiap kali  gua bacain buku serangga (kapan-kapan gua share buku-buku serangga yang seru yaaa), gua jadi sering bikin activity tentang serangga, matching game, coloring, cutting, pasting semua-semua tentang serangga. Selain activity yang Desk Based ituh (desk based bahasa gua aja yah haha), kayaknya seru juga kalo punya outdoor atau nature activity tentang serangga. Seperti gayung bersambut, waktu kita main kerumah bapak (gua) kita ketemu sama si ulat hongkong yang menggemaskan yang biasa dibeli bapak untuk makanan burung, dan Bapak cerita ternyata ulat hongkong bisa loh berubah jadi kumbang kalau sudah dewasa! seru banget, begitu lah akhirnya kita bawa pulang si ulat hongkong untuk kita amati proses metamorfosisnya.

Ulat hongkong, sekilas terlihat seperti cacing, padahal sebenarnya dia adalah larva dari serangga yang bernama tenebria molitor, berikut siklus hidup si tenebria molitor.

tenebria molitor

gambar diambil dari sini

Memelihara ulat hongkong relatif mudah (banget), cukup ditempatkan di tempat yang bening dan tinggi (bening supaya mudah diamati, tinggi supaya tidak lari) dan diberikan cukup makanan, makanannya juga sederhana sekali, hanya makanan burung (pur burung) saja, ulat hongkong tidak perlu diberikan minum :D. Ulat hongkong dan makanannya bisa dibeli di pasar burung. Jika memungkinkan pilih larva yang montok, seksi dan besar 😀 supaya proses berubah ke pupae tidak memakan waktu yang terlalu lama. Berdasarkan pengalaman kita butuh waktu 1-2 minggu untuk ulat dewasa berubah menjadi pupae, dan 1-2 minggu lagi untuk pupae menjadi young beetle. Berikut ini kita bagi foto-foto hasil penelitian kita ya 😀

Gampang banget kan?!, selamat mencoba 🙂

The Plan

Di kepala ini, gw melihat diri gw 2 tahun kedepan sebagai orang yang :

Meninggalkan pekerjaan yg payah dan mengelola toko buku gw jadi jauh lebih keren
Ikut mas Herry kerja di pedesaan yang damai,
Berharap Bapak mau ikut gw kemanapun mas Herry ditempatkan,
Bisa main gitar dan nyanyi sepanjang hari sama Riffa,
Bisa menjahit dan jahit baju2 keren buat kita berempat,
Bisa nyetir, bisa antar jemput mas Herry ke kantor dan antar jemput Riffa ke tempat les menari, les musik, les karate, les lukis atau les apapun yang dia mau,

Punya anak kedua *mungkin 😀

And doing lots of theese…

romantic

going upside down

IMG_20140801_090103

running in the field

IMG_20140830_130537

splashing in the sea

IMG_20140730_095505

clucking in the farm

Aamiin 🙂

*gambar diambil disini

Senjata yang Harus Dimiliki Si Gigi Sensitif

Masih cerita tentang gigi sensitif, cerita sebelumnya disini dan sebelumnya lagi disini, kali ini gw mau berbagi barang-barang perawatan gigi yang penting untuk selalu ada didekat gw, kapanpun dan dimanapun gw berada. cartoon_of_a_happy_tooth_holding_a_toothbrush_0515-1103-0816-1403_SMU

gambar pinjem di sini

1. sikat gigi dan pasta gigi khusus gigi sensitif

Gw nggak maksud promosi, dan nggak dibayar jugak ama tukang odolnya yah :D. Gw make odol merek sensodyne. Baguuuus deh odol ini, pernah ya, gusi gw bengkak, kayaknya sih karna food impaction di gigi yang dipasang tambal crown , awalnya udah sedih aja membayangkan kalo gw harus bongkar crown, bolak-balik dokter gigi, ato malah jangan-jangan harus dicabut sekalian, tapi ajaib make sensodyne bengkak gw kempeeeees, dan sembuh permanen ^^. Kekurangan odol ini harganya lebih mahal dibandingkan odol-odol sejuta umat kayak p*ps*dent, c*pt*dent, de el el, eh tapi harganya worthed banget, dan jauuuuh lebih murah daripada kalo harus kunjungan ke dokgi :D. Makasi yaaa kepada penemu odol keren ini ^^.

2. dental floss (benang gigi)

Gw sayaaaang bgt ama dental floss gw, hahahah, soalnya dia slalu membantu menyingkirkan sisa makanan yg nyelip yg susah dijangkau sikat gigi ataupun disingkirkan obat kumur :D. Gw nggak pernah make tusuk gigi, karna seringnya tusuk gigi itu malah membuat sisa makanan tambah nyelip jauh, dan akhirnya bikin food impaction, dan bisa bikin jarak antar gigi jarang nggak sih?! (teori gw ajah hihi)

3. obat antiseptic

Gw nyebut merek lagi yah, albothyl. Kadang gw make dental floss dengan lebay dan bikin gusi berdarah, dan terkadang belom lagi gusi yang luka itu sembuh udah dihantam makanan bertubi2, jadilah tambah terluka, nah untuk kasus kayak gini gw make albothyl, ditetes ajah, ato dicampur air dipakai kumur. Tapi dokgi gw cerita, obat kumur itu nggak boleh dipakai terus-terusan, soalnya selain dia membunuh kuman dia juga membunuh organisme baik yang dihidup dimulut kita, akhirnya keseimbangan ekosistem mulut terganggu. Ahh yaa kalo jadi mau make albothyl untuk luka dimulut siap-siap ya, rasanya perih, tapi yaah namanya jugak obat, layaknya kehidupan, obat itu perih jenderal! *apasi :D.

Begitulah cerita saya, semoga bermanfaat ya ^^.

Crown Gigi [Gigi Robocop]

Cerita ini sambungan dari cerita gw tentang gigi sebelumnya. Gw tegaskan sekali lagih yah, tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman gw semata sebagai pemilik gigi busuk, dan gw bukanlah seorang ahli gigi. Singkat cerita, gw memiliki 3 gigi busuk, dua dari tiga gigi busuk itu berhasil diselamatkan dari kebinasaan dengan perawatan saluran akar gigi (root canal). Treatment selanjutnya yang harus gw jalani setelah root canal adalah penambalan. Ada beberapa jenis tambal gigi yang biasa dilakukan para ahli gigi, nah kali ini gw mau cerita tentang tambal crown. Berbeda dengan tambal cor yg umum kita ketahui, tambal crown tidak cukup hanya dengan mengisi bagian gigi yang bolong, tetapi juga menyarungi gigi dengan bahan yang dicetak sebelumnya (menyarungi gigi/memberikan mahkota/crown).

tmbalan-64-300x238

Tambal Crown (sumber)

Kenapa gw memilih tambal crown daripada tambal cor biasa adalah karena lubang gigi yg udah terlalu besar dan bahkan kehilangan sebagian mahkotanya, jadi nggak mungkin bisa ditambel dengan tambal cor. Bahan yang digunakan untuk crown ada beberapa macam, bisa dipelajari disini. Gw sendiri menggunakan 2 jenis bahan berbeda untuk kedua gigi gw.

Bahan pertama adalah amalgam yang merupakan campuran beberapa logam dengan merkuri. Walaupun mengandung merkuri tapi tetep aman digunakan, karna jumlahnya sangat kecil dan terikat dengan logam lain. Amalgam digunakan untuk crown gigi geraham gw, bahan ini dipilih karena kuat dan tahan lama cocok buat gigi geraham si pekerja keras yang selalu mengunyah. Walaupun warna crown amalgam kurang indah (berwarna metal) kayak gigi robocop, tapi yaaa nggak masalah karena, digunakan digigi belakang, nggak terlihat, kecuali kalo gw ngakak lebaaar. Kelebihan lain crown amalgam adalah harganya yang nggak semahal bahan porselen :D, crown sebuah gigi berbahan amalgam seharga kurleb Rp. 950.000.

Bahan kedua adalah porselen, digunakan untuk crown gigi samping sebelah taring. Alasan utama bahan ini dipilih adalah karena warnanya yang cantik menyerupai gigi asli, nggak mungkin kan gigi yg nongkrong agak di depan berwarna kayak gigi robocop atao kayak rapper bergigi blink blink. Bahan porselen katanya sih nggak sekuat bahan amalgam, tapi nggak masalah blom pecah sampe sekarang karena gigi samping nggak dipake ngunyah ekstrim :D. Kekurangan bahan porselen adalah mahalnyaaa, satu crown gigi ajah seharga Rp. 1.950.000, belom lagi biaya perawatan saluran akarnya TT_TT, karena sebelum di crown, saluran akar gigi harus disehatkan dulu.

Begitulah cerita gw, jadi sebelum memilih jenis tambalan yg pas, silahkan dipelajari dulu kebutuhan gigi anda, apakah bisa cukup dengan tambal cor atau harus dengan tambal crown. Kemudian bahan tambal crown yang digunakan juga disesuaikan dengan peruntukkan gigi, letak gigi (estetika), dan budget yang dimiliki. Semoga bermanfaat ya ^^.

Hunting High Chair

Tetang high chair, sebenernya gw sempet memutuskan nggak mau punya high chair ato kursi makan bayi, soalnya cerita dari beberapa temen, banyak anak yg gabetah makan dengan duduk di high chair, dan ujung2nya nggak guna punya barang itu. Tapi akhirnya gw memutuskan untuk punya high chair, karna kayaknya penting untuk mencoba ngajarin anak makan sambil duduk dan menikmati makanannya, apalagi melihat gaya makannya Riffa semenjak dia udah bisa lebih banyak “bertingkah” yang kadang buat gw frustasi, makan sambil lari2an, kabur2an. Untuk menyiasati supaya dia betah duduk dikursi itu, gw nemenin dia makan, makan makanan yang sama, soalnya itu anak kan suka kepo banget sama apa yg gw masukin ke mulut gw dan tertarik untuk ikutan masukin ke mulutnya.

Gw sempet naksir sama HC Pliko yang 3 in 1 multifungsi banget bisa jadi HC, meja belajar, sekaligus kursi goyang, ato HC Mamalove Festival yang juga bisa jadi meja belajar. Tapi keduanya nggak jadi gw pilih karena bodinya yg gede heboh nggak bisa dilipet dan nggak punya roda, selain itu juga ketinggian pijakan kakinya nggak bisa di adjust, humm gw rasa makan dengan posisi kaki menggantung itu nggak nyaman. Selain itu, gw rasa 2 fungsi lainnya yg bikin gw naksir nggak akan terlalu terpakai karna riweh juga kalo tiap main mesti ganti2 dari satu fungsi ke fungsi lain.Begitulah Pliko dan Mamalove gw eliminasi.

High Chair Pliko (gambar dari sini)

Akhirnya hasil hunting gw jatuh the  lovely “Euro Cart Dodo High Chair”. Apa yang bikin gw jatuh cinta sama HC ini adalah karena modelnya mirip banget sama HC Chicco Polly yang mihil buat kantong gw, hahah jadi sebenernya gw jatuh cintanya sama Chicco Polly duluan, hihihi. Dia punya meja makan yang guede, meja makannya punya lapisan yg bisa di angkat dan dicuci kalo kotor, kursinya empuk terbuat dari bahan perlak jadi gampang bersihinnya, seat belt nya aman, senderan punggung dan pijakan kaki bisa di adjust, punya roda dan bisa dilipat memudahkan untuk dipindahkan,  punya tempat tatakan minum yang jauh dari jangkauan anak *evilsmirk*, semua-semua yang ada sesuai deh sama kebutuhan gw.

Euro Cart Dodo (gambar dari sini dan  sini)

Daaaan lebih senengnya lagi, gw bisa dapat barang bagus dengan harga miring. Gw dapat HC di toko online barang bayi bekas, HC gw ini barang baru yg udah lama digudang, belum kejual, dan dijual murah sama penjualnya, hihihi, lucky me. Tipe HC yang gw beli ini udah nggak beredar lagi di Indonesia, yang ada di toko-toko online tuh tipe baru yg gw lihat sekilas besinya nggak sekokoh punya gw, nggak punya tatakan minum, corak warnanya juga nggak seru. Well, barang cuci gudang ini punya dua kekurangan sih, pertama kemiringan pijakan kaki nggak bisa di adjust, tapi gw kan nggak butuh ituh karna posisi duduk anak segede Riffa pasti tegak dengan kaki tertekuk lurus kepijakan, gw hanya butuh pengaturan ketinggian pijakan kaki, dan fungsi itu masih baik2 ajah, kedua tatakan/lapisan meja makannya nggak bisa ngunci ke mejanya, cuma tetep aja nggak masalah jugak, toh tetep bisa kepake walo nggak ngunci karna nggak goyang kemana2 jugak dan yang penting meja aslinya mulus tak bercela. Gw dapat harga euro cart Rp.625K dari seharusnya Rp.950K dan terselamatkan dari membeli chicco polly yg harganya Rp.2jt-an. Aaaah sukses perburuan gw yah, selanjutnya mudah2an sukses jugak urusan kasih makan anak gede ini! ^_*

Chicco Polly yang Nggak Jadi Dibeli :p